Ahlan Wa sahlan di Catatan nir.. Semoga menginspirasi bagi yang menikmatinya ^_^ Salam embun

Selasa, 01 Mei 2012

PEMUDA ISLAM, SOSOK IDEAL PEMIMPIN BANGSA

Melihat fakta Indonesia saat ini, terjadi berbagai persoalan dan kondisi yang memprihatinkan, kekisruhan terjadi di mana-mana, pengrusakan timbul dengan dalih untuk kebutuhan, peperangan antar sesama pun kian merebak, pengambilalihan kekuasaan sedang diperebutkan oleh elit negara, terjadinya krisis pemimpin yang tidak sesuai dengan harapan rakyat, serta krisis multidimensional yang melandanya. Lalu seperti apakah sosok pemimpin yang diharapkan oleh bangsa kita saat ini? Seorang pemimpin yang dapat membawa kecerahan bagi masyarakatnya dalam perubahan zaman merupakan sosok pemimpin yang kita nantikan dan kita inginkan. Sebentar lagi perebutan kekuasaan kursi presiden akan digelar dan menjadi hajatan besar bagi bangsa kita. Para penguasa akan saling berebut guna menjadi orang nomor satu di Indonesia. Tapi apakah mereka sudah memiliki dan menanamkan ideologi mereka dengan benar? Dengan dalih memperjuangkan rakyat ini? Atau mereka hanya semata-mata ingin menjadi tokoh yang tenar dan hanya ingin dihormati semata? Padahal dalam agama Islam kedudukan seorang pemimpin itu tidak diperebutkan, tetapi seorang pemimpin itu dipilih berdasarkan kemufakatan karena ia merupakan sosok yang memang tepat dalam memimpin.
Dalam hal ini dibutuhkan seorang pemimpin yang diharapkan mampu mengatasi berbagai problematika yang ada di depan mata tersebut. Diperlukannya sebuah aspek internal pada diri seorang pemimpin, yang mana pemimpin harus memiliki kemampuan secara umum dan pemahaman terhadap persoalan yang sedang melilit bangsa ini. Dengan memiliki kemampuan tersebut, seorang pemimpin mampu membawa perubahan bagi bangsanya menuju kecerahan yang lebih baik.
Selain itu seorang pemimpin adalah pribadi yang sangat menentukan bagi suatu umat atau bangsa. Seorang pemimpin merupakan sosok yang memiliki sifat terbuka terhadap rakyatnya, dapat menerima berbagai saran dan kritik, bersikap profesional, memiliki kemampuan intelektual, memiliki kecerdasan emosi yang tinggi dikarenakan seorang pemimpin harus bisa menghargai dan mengutamakan nasib rakyatnya dibanding dengan dirinya sendiri., mempunyai kepribadian yang kuat dan dapat memberi teladan dalam berbagai hal, serta yang terpenting memiliki keimanan kepada Allah SWT yang mana membawa dirinya dan masyarakatnya dalam melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta merasa takut akan perbuatan yang dilakukannya. Dan mengembalikan segala yang diperbuat lewat kepemimpinannya kepada Allah SWT.
Disebutkan dalam ketetapan MPR No II/MPR/1978 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara ( GBHN) disebutkan generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional yang berjiwa pancasila, yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta utuh dan mampu mengatasi berbagai tantangan pembangunan.
Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa pemuda merupakan sosok yang yang diharapkan mampu menentukan keberhasilan suatu bangsa. Generasi muda ini dapat dijadikan sebagai pemimpin yang dapat merubah keadaan bangsa ini menuju ke arah yang lebih baik dan dapat menjadikan masyarakatnya menjadi masyarakat yang lebih beradab yang mana memliki kemandirian, keharmonisan dan bersistem berdasar pesan moral yang dapat menjamin keseimbangan antara individu satu dengan individu yang lain.
Dalam menentukan pemimpin yang merupakan figur dari seorang pemuda, bukanlah sembarangan pemuda, tetapi pemuda yang memiliki kredibilitas tinggi dalam menjalankan roda pemerintahan. Selain itu pemimpin harus dibekali pengetahuan agama islam, yang bersumber pada dua wahyu yaitu Al Qur’an dan As Sunnah, dikarenakan Rasulullah SAW dalam memimpin bangsanya menggunakan syariah islam sebagai pijakannya, dan hal ini berhasil ditempuh oleh beliau. Rasulullah SAW merupakan sosok dan tokoh sentral pemimpin ideal kita. Dan dari situlah kita dapat meneladani sifat kepemimpinan beliau yang dapat menjadikan masyarakatnya suatu masyarakat yang madani. Seorang pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap segala persoalan yang ada dalam suatu bangsa dan mampu menjalankan amanah yang dipikulnya. Menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut, karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Amanah juga menjadi salah satu prinsip kepemimpinan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Sebagai pemimpin umat, Rasulullah SAW memiliki empat ciri kepemimpinan: shidiq (jujur), fathanah (cerdas), amanah (dapat dipercaya), dan tabligh (menyampaikan, berkomunikasi dan komunikatif dengan bawahannnya dan semua orang). Dan dari hal itulah kita dapat meneladani konsep kepemimpinan Rasulullah SAW. Apakah penting meneladani konsep kepemimpinan yang bersandar pada pemerintahan Rasulullah SAW dahulu ? sangat penting, karena Rasulullah adalah tokoh sentral kepemimpinan yang patut ditiru oleh bangsa ini untuk perubahan yang lebih baik.
Mengapa dipilih seorang pemuda dalam memimpin suatu negara? Dikarenakan pemuda memiliki jiwa yang masih segar dalam pemerintahan selanjutnya serta pemuda memiliki basis yang kuat dalam menentukan suatu keputusan. Mereka tidak langsung memutuskan perkara tanpa dalih yang jelas, tetapi mereka menggunakan rasio yang telah dipertimbangkannya dan dalam menentukan suatu perkara tersebut seorang pemimpin memerlukan musyawarah dalam mencapai kata mufakat. Jadi, dalam memutuskannya, seorang pemimin tidak memutuskannya secara sepihak atau berdasar pada hatinya, tetapi terpusat pada keputusan yang telah dimusyawarahkan.
Dibutuhkan pula seorang pemuda dalam menduduki kepemerintahan yang berintelektual tinggi,berkepribadian baik, berpegang teguh terhadap ajaran Allah SWT, tekad yang kuat dalam penentuan nasib bangsa guna menjawab tantangan zaman ke depanya, serta memiliki potensi dan kecakapan dalam kepemimpinannya. Seorang pemipin harus mahir pula dalam melalui rintangan yang mencoba menghancurkan situasi bangsanya. Dan yang lebih peting seorang pemimpin harus mampu mencegah kemaksiatan dan membela kebenaran.
Seorang pemuda dalam menduduki kepemimpinannya juga harus orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Karena ketaqwaan ini sebagai acuan dalam melihat sosok pemimpin yang benar-benar akan menjalankan amanah. Bagaimana mungkin pemimpin yang tidak bertaqwa dapat melaksanakan kepemimpinannya dengan baik? Karena dalam terminologinya, taqwa diartikan sebagai melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Taqwa berarti ta'at dan patuh, yakni takut melanggar atau mengingkari dari segala bentuk perintah Allah SWT.
Para pemuda hendaknya mencontoh kepemimpinan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW, dan para sahabat-sahabatnya seperti kepemimpinan yang dijalankan Abu Bakar As Sidiq, sebagaiman tertera dalam pidatonya ketika beliau diangkat menjadi pemimpin. Perhatikan uraian berikut:
“ Saudara-saudara, aku telah diangkat menjadi pemimpin bukanlah karena aku yang terbaik diantara kalian semuanya, untuk itu jika aku berbuat baik bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskankanlah aku. Sifat jujur itu adalah amanah, sedangkan kebohongan itu adalah pengkhianatan. “orang lemah “ diantara kalian aku pandang kuat posisinya disisiku dan aku akan mengambil hak-hak mereka yang mereka peroleh dengan jalan yang jahat untuk aku kembalikan kepada yang berhak menerimanya, janganlah diantara kalian meninggalkan jhad, sebab kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah. Patuhlah kalian kepadaku selama aku mematuhi Allah dan RasulNya. Jika aku durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada kewajiban diantara kalian untuk mematuhiku. Kini marilah kita menunaikan sholat semoga Allah SWT melimpahkan rahmat –Nya kepada kita semua.”
Dari pidato Abu Bakar tersebut dapat diambil beberapa hikmahnya antara lain: seorang pemipin harus rendah hati, dikarenakan mempunyai kedudukan yang sama dengan rakyat. Hanya saja pemimpin lebih dipercaya oleh rakyat dalam mengatasi kepemimpinan serta pemimpin itu seolah pelayan bagi rakyatnya, selain itu bisa diambil hikmahnya bahwa pemimpin itu terbuka untuk diberi masukan dan kritikan apabila menuai kesalahan, seorang pemimpin dapt menjaga amanah yang ditanggungjawabkan kepadanya, serta selalu berjuang di jalan Allah guna memperoleh kebenaran hakiki.
Pemimpin seperti apa yang sebaiknya diangkat di zaman seperti sekarang ini? Secara umum Al-Qur'an sudah memberikan gambaran kriteria pemimpin yag harus dipilih, yaitu seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang artinya:
"Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (sesudah Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh" (QS Al-Ambiya' :105).
Jadi yang mendapat tugas dalam memimpin orang-orang di muka bumi yang sesuai dengan firman Allah SWT adalah dari golongan orang-orang islam dan beramal sholeh. Dan selagi ada orang-orang yang shalih di muka bumi ini, diharamkan memilih orang-orang non islam untuk dijadikan sebagai pemimpin.
Pemuda merupakan sarana yang strategis dalam penentuan penyelenggaraan negara ke depannya, dengan memiliki budi luhur yang baik, tutur kata yang sopan, selalu berpikir ke depan, kepemimpinan disesuaikan dengan syariah islam dan konsep kepemimpin yang syar’i.
Seorang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, Berilmu, Memiliki kekuatan Fisik (sehat jasmani dan rohani) Kekuatan fisik merupakan syarat utama dalam memegang tanggung jawab berat mengurus umat. Dengan stamina yang prima pemimpin akan maksimal mencurahkan tenaga, pikiran dan waktunya mengurus umat, Bersikap adil, jujur dan dapat dipercaya, komitmen akan amanah yang dipikulnya serta mampu menegakan kebenaran dan mencegah kemunkaran.
Pemuda Islam merupakan sosok ideal pemimpin bagi terciptanya negara kita ini. Dikarenakan figur seorang pemuda sangat diharapkan menjalankan roda kepemerintahan negeri kita yang sedang mengalami keporak-porandakan global. Selain itu, telah dipaparkan di atas, bahwa kepemimpinan dengan model Islam sangat dibutuhkan dalam terapan masyarakat Indonesia saat ini. Diperlukan pula seorang pemuda yang menjadi pemimpin alternatif bagi bangsa ini sesuai dengan syariah islam.
* ngrubung seni
(masih jauh dari harapan)

0 komentar:

Poskan Komentar